Penggunaan dan Pembuatan Hand Sanitizer

No Comments
Penggunaan dan Pembuatan Hand Sanitizer

Hand sanitizer atau penyanitasi tangan merupakan gel atau cairan yang dimanfaatkan untuk mengurangi dan membunuh patogen yang bersarang di telapak tangan. Dibandingkan dengan air dan sabun tangan, sanitasi tangan yang terbuat dari alkohol lebih digemari dan banyak digunakan di lokasi pelayanan kesehatan. Keefektifan cairan pembunuh patogen ini lebih tinggi jika kita bandingkan dengan penggunaan air dan sabun. Meskipun begitu, kebiasaan mencuci tangan tetap harus diterapkan apabila kita telah selesai menggunakan toilet dan tangan terkontaminasi kotoran yang terlihat dengan mata telanjang. Selain gel dan cairan, penyanitasi tangan juga dihadirkan dalam bentuk busa.

Penyanitasi tangan berbahan dasar alkohol juga mengandung beberapa kandungan lainnya seperti etanol, isopropil atau propanol. Dalam membunuh patogen, sanitasi tangan yang mengandung 60% hingga 90% alkohil memiliki keefektifan yang tinggi. Tingginya kandungan alkohol yang berada di dalamnya juga harus diperhatikan dengan baik. Semakin tinggi kandungan alkohol, semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya tangan yang terbakar. Cairan pembunuh patogen ini kurang efektif dalam memberantas spora. Guna menghindari kekeringan pada tangan, beberapa produk penyanitasi tangan juga dilengkapi dengan senyawa gliserol. Di pasaran, ada pula penyanitasi tangan yang dibuat tanpa kandungan alkohol. Agar dapat membunuh dan mengurangi jumlah patogen, penyanitasi tangan dibuat dari bahan triklosan atau benzalkonium klorida.

Penggunaan dan Pembuatan Hand Sanitizer

Penggunaan alkohol sendiri telah dilakukan sejak tahun 1363. Penyanitasi tangan yang terbuat dari bahan alkohol telah diterapkan pada tahun 1980 di Eropa. Di tengah pandemi virus Corona saat ini, gerakan masyarakat untuk hidup sehat telah digalakkan oleh pemerintah. Pemerintah mengajak warganya untuk mencuci tangan setelah melakukan berbagai aktifitas. Penyanitasi tangan sendiri dapat digunakan ketika penggunaan air dan sabun tidak dapat dilakukan. Cara tepat untuk menggunakan cairan penyanitasi tangan yang baik dapat dilakukan dengan langkah berikut ini:

  1. Tuangkan cairan pembersih di telapak tangan.
  2. Lanjutkan dengan menggosokkan cairan pada kedua telapak tangan.
  3. Proses penggosokkan cairan dilakukan dengan cara menyeluruh hingga mengering.

Badan Kesehatan Dunia mengeluarkan panduan mengenai pembuatan penyanitasi tangan. Pada panduan tersebut, dijelaskan akan bahan-bahan apa yang digunakan dalam pembuatan penyanitasi tangan. Ada 2 formula yang diterangkan oleh WHO mengenai bahan pembuat penyanitasi tangan. Formula yang pertama menggunakan cmapuran akuades, etanol 96%, gliserol 98% dan hidrogen peroksida 3%.  Sedangkan pembuatan penyanitasi tangan formula kedua menggunakan bahan isopropanol 99,8%, akuades, gliserol 98% dan hidrogen peroksida 3%. Bahan-bahan yang digunakan harus sesuai dengan standar farmasi dan dilakukan oleh seorang apoteker yang berizin. Pembuatan cairan pembunuh patogen tersebut sebaiknya tidak dilakukan sendiri. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan alhohol berkadar tinggi dan bahan-bahan kimia lainnya.

Meskipun tujuan utama penggunaan penyanitasi tangan adalah untuk membunuh virus dan bakteri, nyatanya cairan tersebut juga dapat membunuh mikroorganisme yang berguna bagi kulit. Alkohol juga dapat mengakibatkan kulit telapak tangan terkikis. Kondisi tersebut akan memberikan gangguan bagi fungsi pelindung kulit. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa penggunaan alkohol dapat menyebabkan hilangnya lipid pada kulit. Selain itu, alkohol pada cairan penyanitasi tangan dapat menyebabkan tangan terasa terbakar. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita diwajibkan untuk menggunakan penyanitasi tangan dengan baik. Cairan yang dituangkan dan digosokkan pada tangan harus kering dengan sempurna sehingga terhindar dari kebakaran. Penyanitasi tangan juga harus disimpan di lokasi yang jauh dari api dan tempat bersuhu tinggi.

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *